Minggu, 08 Mei 2011


8 mei 2011

Pergilah sayank,
Jangan kau toleh kan pandangan mu kebelakang,
Lupakan lah sayank,
Lupakan lah cerita cinta kita yang telah lama kita bina,
Itu semua hanya bisa membuat mu menderita,
Jangan lah kau ingat lagi nama ku dipikaran mu,
buang lah sayank nama ku dari pikiran mu,
karna itu hanya bisa menodai senyuman mu yang teramat indah,
jangan kau pedulikan diri ku,
aku ini hanya lelaki tolol yang tak tau diri,

    semoga kau dapat bahagia tanpa kehadiran aku disisi mu,
    semoga kau bisa melantunkan senyuman mu tanpa ada aku disisi mu,  

jujur sayang sangat berat ku mengucapkan ini pada mu,
namun aku tak kuasa melihat mu terus-terusan seperti ini.

By : aldy irvan syah    

7 mei 2011

Sayank, kenapa setiap kamu jalan bareng bersama ku kamu selalu mengawalinya dengan cemberut, emhh mencerminkan kamu itu ga seneng kalo jalan sama aku(bosen), namun mengapa setiap kita inginberpisah kamu selau memberi senyuman, tawa serta canda yang sangat indah, jujur aku tak inggin cepat_cepat mengantar mu kembali kedepan gerbang rumah mu, aku tak ingin cepat_cepat melewati malam ini bersama mu, inginnya aku melewati malam ini hingga pagi menjelang, namun apa daya waktu yang memisahkan kita berdua, sayang terimakasih sudah mau berbagi kisah, berbagi tawa canda, serta kehangatan cinta kita yang telah lama kita bina, aku begitu mencintaimu sayank, selamat malam sayang mimpi indah yaaa, J 

Aldy irvan syah

00-00-00


00-00-00

Hari itu terjadi perdebatan yang sangat menghebohkan, terjadi cekcok pembicaraan antara aku dan dirinya dipayungi rintik hujan yang membasahi kening kami, iseng aja meledeknya, saking rindu dan kangen, tanpa kusadari aku membuatnya kesal, dan tiba-tiba iya menarik tangan ku kebelakang tak taunya iya menggigit tangan ku, ”ya ampun sayang saking keselnya sama sampe segitunya, sakit tau sayank merah nih kenapa ga sekalian sampe berdarah” haha tertawa kecil kembali meledeknya “sukur lu emang enak, lagian ngeledekin aku mulu si kamu” ujarnya dengan wajah agak kesal, “hehe maaf sayank abisnya kamu ngegemesin si yank”, iya kembali menjawab “ngegemesin si ngegemesin tapi gak segitunya juga lek ngeledeknya” “iya iya sayank maaf” menyesalinya,

emmh sampe rumah rasa sakit itu tak kunjung hilang, sakit tapi asik, keesokan harinya sakitnya hilang, namun  ada kerinduan dari rasa sakit itu, “sayank gigit lagi” ujar ku dalam hati tersenyum gilaa, terima kasih sayank akan selalu ku kenang ini semua takan pernah ku lupakan J