Minggu, 13 Februari 2011







Cerita yang tak terlupakan?
 Kurasa malam ini sangat cerah, sangat mendukung, Ternyata salah, sesampainya disana, hujan turun dengan lebat, Dalam hati berkata ”waduh payah ahh masa malem minggu dihujanin terus, sambil mengusap kepala,” tidak begitu lama iya pun keluar rumah, dan berkata, ”gimana nih, hujan” terdiam sejenak di depan gerbang, “yawudah kamu masuk aja dulu kedalem, diluar hujan,” berkata penuh kepastian, “ya allah, waduh kerumahnya, berfikir sejenak mau pulang hujan lebat mau masuk malu ketemu ibunya, mungkin kelamaan mikir kali ya, engga di duga ibunya bener-keluar, dan berkata ”masuk de diluar hujan” waaalaah, terpaksa aku pun masuk kerumahnya, diteras rumahnya aku pun berrcakap-cakap dengannya, yaa hitung-hitung nunggu hujannya reda, azan isha berkumandang, hujan pun reda, yaa masih gerimis lah, dia nanya “mau kemana” aku pun menjawab, “hujan duut mang mau jalan hujan-hujan kaya gini” dia menjawab dengan tegas ayo-ayo aja, asal”  aku sambung”asal apa duut” asal kamu brani minta izin sama mamah aku” waduh ngerjain ni orang dalam hati gerutu malu, “yaudah aku minta izin sama ibu kamu,” tungu sebentar aku panggilin, uduh makin dek-dekan aja, ibunya keluar, mau kemana de, “ aku menjawab ”mau izin ngajak isty main bu, “oh, yaudah, hati-hati dijalan ya, pulangnya jangan malam-malam, iya bu, sahut ku dengan perasaan senang bercampur malu, huuuh jaadi pengalaman deeh.
     Kondisi cuacanya hujan, jalan becek, aku mengenakan switer dia hanya pakai kaos, jelas dia kedinginan, aku menepi sebentar dipinggir jalan, buka switer, bermaksud agar dia memekainya, eh tapi dia ngeyel, waduuh berdebat tu dispinggiran jalan, keputusan terakhir, karna ku udah cape ngasih taunya, “yaudah kamu pake buat nutupin kepala sama tangan kamu aja,” dia pun luluh, dan berkata ” iya ciil, bawel bener si,” mungkin ia pun cemas, dan berkata “ lah kamu gimana cil, nan kamu yg kedinginan,” aku pun tertawa kembali “heheheheehe gampang aku sie, yang penting kamu duut,”  yaa kami mulai jalan, memacu kecepatan menghindari hujan, ehh tiba-tiba iya memeluk ku begitu erat, “ aku bertanya kenapa kamu dut, “ gapapa biar kamu ga kedinginan aja sahutnya. Ohh begitu toh, memegang tangannya erat,
    Rencananya si mau pergi ke toko buku, berhubung hujan, lumayan jauh, perut tidak bersahabat, aku menggambil keputusan dan bertanya, “endut ga jadi ke toko buku ya, “dia menjawab loh kenapa, hujan, lagian juga udah malem, “terus kita mau kemana cil, bertanya bingung???”  “makan bakso aja, gimana?” bertanya kepadanya, “ayo deh aku juga laper, ditempat kemaren ya cil”
     Perut kenyang, hatipun senang, kami kembali pulang, tak seperti tadi berangkat, yang penuh dengan percakapan satu sama lain, pulangnya hanya canda gurau saja dengannya, mungkin saking kenyangnya, sampai tak ada kata-kata yang bisa keluar, tak begitu lama kami sampai dirumanya, “ dut turn udah sampe,” ujar ku, “ohh iya ya” ga sadar, makasih sayank cill, iyaa endut, bersalaman tanda berpisaah,

Hahahaha sekian cerita pendek memalukan dari saya, penuh dengan ke bahagiaan
Kereatif : aldy irvan syah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar